Kalo kata pak Ustadz.......kayaknya me-refer ke rumus ilmu ikhlas, nih.... Setiap hasil atau pencapaian -- bentuknya bisa materi dan atau kondisi -- itu semua berasal dari tindakan.....dan setiap tindakan berasal dari pikiran.....dan setiap pikiran berasal dari.....apa coba? Dari perasaan, lho! Jadi teori ttg positive-thinking tuh ternyata udah gak up-to-date lagi, karena sekarang eranya adalah positive-feeling, begitu katanya.....
Lalu kalo memang demikian adanya, maka pertanyaannya adalah: apa yang lebih penting selain skill/keahlian dalam hal men-setting perasaan agar tetap positive? Sehingga -- otomatis/tanpa harus dipaksakan (bahkan sampe stress....*amit2: Mode ON*) -- pikiran pun menjadi positive, tindakan pun mengikuti positive, dan akhirnya hasil/pencapaian yang kita dapatkan/hadapi juga positive.....otomatis! se-otomatis ketika kita melepaskan gelas dari genggaman....dan jatuh ke lantai....gak perlu teori untuk dipikirkan tapi bisa langsung disaksikan.
Trus apa sih, bagaimana sih men-setting perasaan agar positive...?? Ntar saya tanya pak Ustadz lagi deh...hehehe.....maklum ilmu mengajinya masih pas2an, Bro!
Lalu kalo memang demikian adanya, maka pertanyaannya adalah: apa yang lebih penting selain skill/keahlian dalam hal men-setting perasaan agar tetap positive? Sehingga -- otomatis/tanpa harus dipaksakan (bahkan sampe stress....*amit2: Mode ON*) -- pikiran pun menjadi positive, tindakan pun mengikuti positive, dan akhirnya hasil/pencapaian yang kita dapatkan/hadapi juga positive.....otomatis! se-otomatis ketika kita melepaskan gelas dari genggaman....dan jatuh ke lantai....gak perlu teori untuk dipikirkan tapi bisa langsung disaksikan.
Trus apa sih, bagaimana sih men-setting perasaan agar positive...?? Ntar saya tanya pak Ustadz lagi deh...hehehe.....maklum ilmu mengajinya masih pas2an, Bro!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar